Twitter dan Forum-forum online memuat lebih banyak pembicaraan tentang merek teknologi di Indonesia, sebagai indikasi bahwa masing-masing saluran memiliki kekhususan topiknya sendiri.

 

 

Jakarta, January 19, 2010 – Edelman dan Brandtology hari ini meluncurkan edisi kedua  dari Digital Brand Index (DBI) untuk Indonesia. Berdasarkan penelitian yang berlangsung selama kuartal terakhir tahun 2009, DBI kedua ini menemukan:

•    Terdapat 101.866 pembicaraan online yang terlacak untuk DBI 2 (Oktober – Desember), atau hampir dua kali lipat dari pembicaraan online yang terlacak dalam DBI 1 (Juli – September ‘09), yaitu 58.658 pembicaraan
•    Popularitas Twitter meningkat, dan menjadi saluran yang paling sibuk untuk berbagi berita tentang merek teknologi, dengan peningkatan 94% dibandingkan pada DBI 1 atau 45,7% dari total pembicaraan online yang terlacak
•    Forum adalah salah satu saluran tersibuk (43%), dengan KasKus.us sebagai forum yang paling banyak digunakan, dan mengkontribusikan 27,54% dari total keseluruhan pembicaraan online tentang merek teknologi yang berhasil dilacak
•    Beberapa perubahan dari DBI 1, antara lain: Google naik ke peringkat pertama sebagai merek teknologi yang paling banyak dibicarakan (sebelumnya nomor 3), sedangkan Intel turun ke posisi keenam (sebelumnya nomor 1)
•    Pendatang baru di DBI adalah MSN (3.921 penyebutan), walaupun diskusi tentang merek ini masih lebih banyak di seputar layanannya


Beda Topik, Beda Saluran

Edisi kedua DBI ini menunjukkan sifat dinamis media sosial. Dalam DBI 1, Twitter hanya meraih posisi ketiga sebagai saluran yang paling sibuk, dengan 5.721 penyebutan merek teknologi. Dalam DBI 2, Twitter mencatat 53.697 penyebutan, menyumbangkan 45,7% dari total keseluruhan pembicaraan online tentang merek teknologi yang terlacak. Twitter juga menjadi merek teknologi nomor dua yang paling banyak dibicarakan dengan 7.416 penyebutan.



Walaupun Twitter adalah saluran yang paling sibuk, ada komposisi yang berbeda dalam hal penggunaan saluran untuk topik-topik tertentu:

•    Twitter adalah saluran yang paling banyak digunakan untuk merek yang berhubungan dengan Internet (72,7%), diikuti oleh Forum (12,8%), Situs Berita (9,56%), Review (3,27%), Blog (1,36%) dan Situs Jejaring Sosial (0,19%)
•    Twitter mendominasi penggunaan saluran untuk diskusi-diskusi tentang merek yang berhubungan dengan Telepon Genggam dan Telekomunikasi  (58,6%), diikuti oleh Forum (24,8%), Situs Berita (9,91%), Review (3,54%), Situs Jejaring Sosial (2,55%) dan Blog (0,53%)
•    Twitter juga mendominasi penggunaan saluran untuk diskusi tentang merek yang berhubungan dengan Perangkat Lunak (57,4%), diikuti oleh Forum (32,6%), Situs Berita (6,54%), Review (1,79%), Blog (1,27%) dan Situs Jejaring Sosial (0,23%)
•    Forum adalah saluran yang paling banyak digunakan untuk diskusi merek yang berhubungan dengan Perangkat Elektronik (50,9%), diikuti oleh Twitter (38,7%), Situs Berita (6,58%), Review (1,82%), Blog (1,05%) dan Situs Jejaring Sosial (0.86%)
•    Untuk merek yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, Forum mendominasi sebagai saluran yang paling sibuk (82,1%), diikuti oleh Twitter (9,35%), Situs Berita (6,05%), Reviews (1,45%), Blog (0,88%) dan Situs Jejaring Sosial (0,07%)



“Hasil dari DBI yang kedua ini menunjukkan kepada kita bahwa merek tak bisa hanya mengandalkan pada satu atau dua saluran saja untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingannya. Karena saluran yang berbeda menampung pengguna yang berbeda pula, merek harus menerapkan pendekatan multi-platform dalam kampanye yang mereka lakukan,” ungkap Nanda Ivens, Direktur Edelman Digital, di Jakarta. “Kami juga melihat bahwa Twitter mengalami pertumbuhan yang sangat besar dan peningkatan pengaruh yang sangat tinggi, dan oleh karenanya merek tidak bisa lagi meragukan pentingnya arti kehadiran mereka di Twitter. Akan tetapi, perencanaan dan strategi materi kampanye yang matang berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu kampanye engagement,” tambahnya.

Hasil dari DBI 2 mencerminkan pentingnya merek mempertahankan posisi mereka di beragam saluran. Misalnya, dalam kategori Average Engagement, AMD meraih posisi pertama dengan skor 2.50, diikuti oleh Asus dengan skor 2.45, dan Intel dengan skor 2.43. Peringkat engagement yang sedemikian tinggi bagi beberapa merek ini ternyata tidak terjadi di Twitter, melainkan di Forum. Pengaruh Twitter terhadap merek teknologi memang meningkat, tapi dalam hal ini rupanya Forum masih tetap memegang peranan penting.

“Para pemilik merek seharusnya tidak hanya mengukur peringkat online buzz and engagement mereka, tetapi juga secara aktif mengidentifikasi dan melibatkan diri dalam saluran-saluran dengan pelaku-pelaku yang penting di saluran-saluran tersebut. Ini menunjukkan niat baik dari merek tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan,” ungkat Kelly Choo, Co-founder & Business Development Director of Brandtology.

Metodologi Survei
DBI dilakukan di delapan negara di Asia Pasifik yakni Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Singapura. Pada survei yang dilakukan per kwartal ini, Digital Brand Index memonitor merek-merek utama untuk kategori-kategori berikut ini : Internet dan Perangkat Lunak, Perangkat Elektronik, Telepon Genggam dan Telekomunikasi, Bisnis dan Jasa Konsultasi, IT dan Teknologi, yang dianalisis berdasarkan saluran online populer termasuk di dalamnya blog yang dianggap berpengaruh, forum dan portal berita. Saluran-saluran tersebut dipilih dengan mengindentifikasi pembicaraan berdasarkan riset kualitatif dan kuantitatif. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.edelmanapac.com/index.jsp?series=36.atau www.brandtology.com/index.php?cID=209.

Tentang IndoPacific Edelman
Dengan 114 pegawai tetap, IndoPacific Edelman adalah firma kehumasan terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di 6 praktik bisnis : Financial & Investor Relations, Healthcare, Corporate, Public Affairs/Government Relations, Technology, dan Merek PR serta bidang-bidang khusus seperti Litigation PR, Political Counsel, Issues and Crisis Management, Shariah Marketing, Research and Training. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi  www.indopacedelman.com

Tentang Edelman
Edelman adalah firma kehumasan independen terkemuka di dunia dengan 3,200 pegawai di 51 kantor di seluruh dunia. Edelman terpilih sebagai “2009 Agency of the Year,” dan “Large Agency of the Year" oleh PRWeek’s “ (untuk ketiga kalinya dalam 4 tahun terakhir) dan “2009 Best Large Agency to Work For” dari Holmes Report  dan masuk kedalam 10 besar firma oleh Advertising Age pada tahun 2007 dan 2008.

Edelman mewakili banyak merek-merek teknologi di seluruh dunia, dan banyak diantaranya masuk kedalam Digital Brand Index. Untuk informasi lebih lanjut tentang Edelman, silakan kunjungi  www.edelmanapac.com.

Tentang Brandtology
Brandtology adalah salah satu layanan business and brand online intelligence yang mengkombinasikan teknologi, proses-proses yang sudah terbukti, dan tenaga-tenaga professional terlatih, untuk menghasilkan data yang akurat dan relevan bagi organisasi-organisasi global. Teknologi opinion mining yang dimilikinya membantu organisasi-organisasi dalam memonitor percakapan digital yang berlangsung di berbagai Negara dalam beragam bahasa, dan para profesional media sosial yang dimilikinya memastikan bahwa hanya data-data yang paling akurat dan relevan yang diberikan kepada klien. Penggunaan data secara teliti seperti ini telah membantu klien-klien global Brandtology dalam membuat keputusan yang terbaik dan tepat waktu untuk kegiatan-kegiatan seperti public engagement, crisis management, media planning, campaign measurement, product development dan strategic planning, Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi  www.brandtology.com.

Untuk informasi mengenai riset dan hasil Indonesia, hubungi:

Waraney Rawung
Konsultan
IndoPacific Edelman
Tel: (62) 21 721 59000
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Ashley Lim
Konsultan Media Sosial
Brandtology
Tel: +86 13968024646
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it